Just another WordPress.com weblog

Perawatan burung sirpu

 

` Burung sirpu`  adalah jenis burung lokal yang dulunya tidak pernah ‘dilirik’ oleh para penghobi burung kicau untuk di piara sebagai hiburan di rumah, seperti yang dialami oleh penulis sendiri. Tapi berbeda dengan sekarang, burung sirpu ini termasuk jenis burung kecil, mungil, lucu tentunya mempunyai suara yang lumayan atau bahkan sangat enak untuk di dengar, sehingga mulai banyak diburu orang. Sebagian kecil orang beranggapan, burung sirpu adalah `miniatur` burung kacer/cucak ijo karena kemiripan suaranya. Ada dua jenis burung sirpu [seperti pengalaman yang didapat oleh penulis sendiri di berbagai tempat] :

  1. burung sirpu jenis merah, ciri-ciri : corak warna bulu badan lebih terang/hijau, sepintas mirip burung cucak ijo. suara sirpu jenis ini juga menyerupai burung cucak ijo. sebagian kecil orang/penghobi burung banyak yang beranggapan jenis ini lebih bagus suaranya daripada jenis yang lain [tidak selalu benar]. namun, jenis burung sirpu `merah`  ini jarang ditemui. (penulis sendiri hanya menjumpai+pernah melihara 1x jenis burung sirpu merah ini, ternyata memang suaranya lebih bagus daripada yang jenis putih)
  2. burung sirpu jenis putih, ciri-ciri : corak warna bulu badan agak sedikit putih [lebih putih/muda daripada yang jenis merah/hijau]. ciri yang paling mencolok dari jenis burung sirpu ini adalah saat berbunyi kebanyakan seperti ini… `tii….tuu… tii… tuu…`.

Namun terkadang masih banyak orang yang sulit membedakan jenis kelamin burung sirpu ini (termasuk juga penulis), antara jantan dan betina karena memang jenis burung ini sulit dibedakan jenis kelaminnya. Ada sedikit perbedaan yang `mencolok`  antara burung sirpu jantan dan betina :

  • burung sirpu jantan, biasanya memiliki lidah/daerah mulut yang berwarna hitam, sedangkan burung sirpu betina berwarna putih [ namun ini bukan ciri yang spesifik].
  • hanya burung sirpu jantan saja yang  bisa “bersiul” atau bersuara merdu, sedangkan yang betina biasanya hanya mengeluarkan suara..  `creeet.. creetttt….`

Berikut ini pola perawatan harian untuk `burung sirpu` secara sederhana namun berkualitas :

  1. [pagi hari] kontrol pakan dan minum harian burung, tambah apabila pakan dan minum burung dalam kandang habis/tinggal sedikit.
  2. usahakan jemur setiap hari [antara jam 7-12 siang]. karena burung sirpu adalah jenis burung `panas`, jadi pola jemur adalah pola menu harian yang wajib untuk burung ini.
  3. setelah itu didinginkan di tempat yang teduh [biasanya burung sirpu setelah dijemur akan langsung berbunyi merdu].
  4. untuk pemberian ‘EF/Ekstra Pooding’ berupa jangkrik atau kroto, dilakukan `jarang-jarang` saja, maksimal 2x seminggu. ex : selasa & jum’at, senin & kamis. ..           biarkan burung sirpu memakan foor/pelet sebagai menu harian. [Penting!! burung sirpu adalah burung yang sangat mudah `jinak`, jadi apabila terlalu sering diberi EF berupa jangkrik atau kroto, maka burung ini akan semakin malas untuk berkicau & hanya mau berkicau saat akan diberi EF sama pemiliknya; penulis 3x mempunyai pengalaman seperti ini] usahakan untuk memelihara burung sirpu yang sudah mau memakan pelet/foor kering
  5. Penting juga!! burung sirpu adalah burung yang sangat/malas untuk mandi. jadi usahakan jangan sampai menyemprot/memandikan burung ini secara` paksa`. cukup sediakan minum yang cukup dalam kandang. [dari pengalaman penulis sendiri pernah memelihara burung sirpu yang bagus, tapi setelah suatu hari disemprot, burung sirpu penulis malah stress + gak mau berkicau sama sekali. bahkan di dekati orang pun langsung `nabrak nabrak` ruji kurungannya, setelah itu mati... ]

Mudah-mudahan bermanfaat…..

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.